Wednesday, November 07, 2007

Lakon Wayang Dan Lakon Kita

> Menafsir kembali salah satu segmen dari lakon
> wayang,
> sudah dilakukan Teater Koma sejak 1978 (lakon
> Maaf.Maaf.Maaf). Dan sama seperti yang sering
> disebut
> oleh banyak dalang wayang, saya juga menyebut
> 'penafsiran kembali' itu sebagai carangan atau
> versi.
> Sumber utama lakon adalah Ramayana karya Walmiki dan
> epos Mahabharata karya Vyasa.
>
> Pada masa Kerajaan Mataram Hindu, Ramayana dan
> Mahabharata yang mulanya ditulis dalam Bahasa
> Sanskerta diterjemankan ke dalam Bahasa Jawa Kuno.
> Peristiwa itu terjadi sekitar tahun 856. Gambar
> adegan
> lakon serta para tokohnya kemudian ditatahkan di
> dinding-dinding candi. Di zaman Kerajaan Kediri,
> cerita dan bentuk wayang disesuaikan lagi dengan
> budaya lokal. Tercatat dalam sejarah, raja-raja
> Kediri
> sejak Mpu Sendok (928-947) hingga Gusti Jayabaya
> (1130-1160), sangat memperhatikan perkembangan
> kesenian wayang. Banyak buku tentang wayang ditulis
> oleh para pujangga masa itu.
>
> Pada zaman Kerajaan Majapahit, 1293-1528, wayang
> mengalami penyesuaian. Bentuk tokoh-tokoh wayang
> digambar di atas kertas atau kain dan diberi warna.
> Bentuk itu disebut Wayang Beber Purwa. Pementasannya
> diiringi gamelan slendro. Lakon yang ditulis kembali
> oleh para pujangga dan berbagai carangan lahir pula.
> Maka, pakem lakon yang berasal dari India itu,
> seakan
> makin memperoleh pengkayaan lewat tafsir kisah dan
> perubahan bentuk tokoh.
>
> Majapahit runtuh dan Kerajaan Demak berdiri. Cerita
> dan bentuk wayang kembali mengalami penyesuaian,
> Raden
> Patah yang bergelar Sultan Sah Alam Akbar
> (1478-1518)
> dan Wali Songo (Maulana Malik Ibrahim, Sunan
> Ngampel,
> Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Giri, Sunan
> Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria dan Sunan
> Gunungjati) mengubah sasaran lakon wayang menjadi
> salah satu medium penyebaran agama.
>
> Bentuk wayang tidak lagi menyerupai manusia, tapi
> miring (pipih) dengan dua tangan yang bisa
> digerak-gerakan. Gambar-gambar tokoh dalam Wayang
> Beber Purwa Majapahit, dipilah satu-satu sehingga
> menjadi karakter yang mandiri. Bahan utama karakter
> wayang terbuat dari kulit kerbau yang ditatah halus,
> diwarnai (hitam-putih) dan diberi pegangan (gapit)
> yang bisa ditancapkan ke batang pisang (debog) atau
> kayu yang dilubangi. Tontonan wayang sangat
> digemari.
> Lakon yang dibawakan bersumber dari Wayang Purwa.
>
> Pada masa Kerajaan Pajang, 1546-1586, bentuk wayang
> memiliki warna yang lebih bervariasi. Selain hitam
> dan
> putih, warna emas (prada) juga mulai dikenal. Banyak
> pula dalang kreatif yang melahirkan berbagai lakon
> carangan. Pakem lakon dari India 'hanya'
> dimanfaatkan
> sebagai narasumber imajinasi.
>
> Tak bisa dipungkiri, Para Wali memang memiliki andil
> yang besar dalam upaya mengembangkan kesenian
> wayang.
> Sunan Giri mencipta Wayang Gedog tanpa raksasa dan
> kera untuk lakon Wayang Panji, 1563. Pada tahun yang
> sama, Sunan Bonang mencipta Wayang Beber Gedog. Dia
> juga menulis Serat Damarwulan dan Ratu Kenconowungu.
> Sunan Kalijaga mencipta topeng yang bentuknya mirip
> dengan karakter Wayang Purwa, 1586. Dan Sunan Kudus,
> 1584,mencipta wayang kayu berbentuk pipih dengan
> tangan terbuat dari kulit. Bentuk itu kemudian
> disebut
> Wayang Krucil atau Wayang Golek Purwa.
>
> Pada Kerajaan Mataram Islam, pangeran Seda Krapyah
> (1601-1613) melakukan upaya penyesuaian lagi. Bentuk
> wayang memiliki dua tangan yang bisa digerakkan
> dengan
> lebih bebas karena diberi tulang bambu. Dia juga
> menciptakan Wayang Dagelan atau lawakan Semar,
> Bagong,
> Cengguris dan Cantrik. Konon, pada masa itulah
> karakter Bagong dilarang muncul oleh Pemerintah
> Kolonial Hindia Belanda. Lewat lawakannya, Bagong
> dianggap terlalu 'lancang' mengritik kebijakan
> pemerintah jajahan. Bagong masuk kotak, tapi para
> dalang yang kreatif melahirkan karakter Cengguris
> sebagai gantinya.
>
> Kisah perkembangan wayang di Indonesia, sudah
> ditulis
> hingga berjilid-jilid buku. Banyak yang dilakukan
> para
> pujangga, perupa wayang dan dalang sehingga kita
> mengenal wayang dalam bentuknya yang sekarang. Lakon
> digali dan digali terus-menerus, seakan tak
> habis-habis. Bentuk karakter wayang disesuaikan dan
> disesuaikan lagi berdasarkan tuntutan zaman. Lakon
> wayang dan karakter wayang, menjadi harta
> intelektual
> yang amat besar nilainya. Menjadi sumber ilham yang
> sangat inspiratif, ajaran moral yang bermutu tinggi.
>
>
> Kyai Yosodipuro, Raden Ngabehi Ronggowarsito,
> Mangkunegoro IV, VI dan VII, adalah tokoh-tokoh yang
> tercatat sangat berjasa dalam upaya pengembangan
> kesenian wayang. Patokan lakon yang kemudian disebut
> pakem, berasal dari hasil kreatifitas mereka. Pakem
> yang, sesungguhnya, jauh berbeda dengan pakem
> aslinya
> dari India. Satu contoh, tokoh para panakawan
> misalnya, tak ada di dalam Ramayana dan Mahabharata.
> Sebagian besar tokoh satria, juga mengalami
> penyesuaian dengan adat, filosofi dan perilaku
> bangsa
> Jawa.
>
> Dalam perjalanan kreatif penulisan lakon, saya
> bersyukur memiliki babon atau narasumber lakon yang
> tak pernah habis digali. Mitologi Yunani (Iliad
> karya
> Homerus) adalah babon yang pertama. Dongeng-dongeng
> dari Negeri Cina, menjadi narasumber kedua.
> Karya-karya William Shakespreare dan Moliere (yang
> saya anggap sebagai lakon Wayang Inggris' dan
> 'Wayang
> Prancis'), adalah submer inspirasi yang ketiga. Tapi
> setiap kali menulis lakon, jika ilham datang dari
> ketiga narasumber itu, saya sering memandangnya dari
> sisi karakter lakon wayang. Lalu saya berupaya
> mengawinkan berbagai energinya sehingga menjadi
> sinergis.
>
> Jika sumber ilham datang dari lakon wayang
> (Mahabharata atau Ramayana), saya juga berupaya
> menyadurnya sehingga kisah menjadi masa kini.
> Menjadi
> lakon yang dekat di sekitar kita, milik kita,
> masalah
> kita. Bahkan lakon karya Bertolt Brecht pun saya
> coba
> sadur lewat jalan pikiran wayang.
>
> Hampir seluruh karakter manusia, plus detilnya,
> tersirat di dalam lakon-lakon empat babon atau
> narasumber itu. Intisari lakon sama. Penyesuaian
> yang
> dilakukan hanya karena zaman, keadaan, lingkungan
> dan
> asesori yang berbeda. Justru yang paling penting
> adalah tafsir lakon, yang biasanya, malah menjadi
> roh
> penggerak energi kreatif ke arah tujuan yang hendak
> diungkapkan.
>
> Bagi saya, kesenian adalah 'seni menafsir alam dan
> kehidupan'. Tujuannya hanya satu 'berterimakasih
> kepada alam dan kehidupan'. Apa pun anugerah alam
> dan
> kehidupan kepada kita, buruk atau baik, tetap harus
> disebut sebagai anugerah. Alam dan kehidupan yang
> dijaga, semoga sudi memberikan anugerah yang
> bermanfaat. ALam dan kehidupan yang ditelantarkan,
> bahkan dilupakan, sudah barang tentu akan menuai
> ganjaran lewat bentuk hukuman yang bervariasi.
> Nikmat
> dan azab terjadi akibat perilaku manusia sendiri.
> Sebuah hukum sebab-akibat. Tapi kita sering lupa
> diri.
> Saya percaya, alam dan kehidupan senantiasa berjaga.
> Sepanjang masa.
>
> Sesungguhnya kita adalah wayang yang digerakkan oleh
> 'dalang'. Kita tak berdaya karena alur cerita bukan
> milik kita. Sebagai wayang, garis nasib ada di
> tangan
> 'dalang'.
>
> Tapi, kadang kita tinggi hati. Sering 'kerasukan'
> Kalika dan ratu setan Durga. Merasa lebih dari
> 'dalang' menganggap diri berkuasa. padahal kita
> hanya
> muncul kalau dibutuhkan. Jika tidak, kita tetap
> tergeletak di dalam kotak. Iklas adalah sikap bijak

Who want to be Kresna?

Figur Wayang

Jatidiri dan Sifat Kepemimpinan KRESNA (1)

Orang mempelajari cerita pewayangan kebanyakan perhatiannya tertuju kepada judul cerita dan isi pokok ceritanya. Tetapi orang sering ingin mempelajari lebih dalam, ingin mengetahui unsur-unsur cerita yang membentuk struktur ceritanya, unsur yang menjadi perhatian mereka antara lain tema dan tokoh.

Bila mengkaji cerita pewayangan, terutama mengenai tokoh-tokoh, amat banyak jumlah tokoh yang diperolehnya. Secara garis besar tokoh cerita pewayangan terdiri dari tokoh dewa dan tokoh bukan dewa. Tokoh dewa dibedakan jenis pria yang disebut dewa atau dewata, dan mendapat sebutan Hyang, Sang Hyang atau Bathara. Jenis wanita, disebut bidadari dan mendapat sebutan Dewi atau Bathari. Tokoh bukan dewa terdiri dari manusia atau yang diindetikkan dengan manussia, raksasa, jin dan setan yang sering disebut lelembut dan hewan, tetapi bukan hewan sembarangan, melainkan hewan jelmaan dewa atau tokoh hewan yang mempunyai kelahiran dan kehidupan luar biasa.

Tokoh-tokoh itu tersebar luas dan didapat dalamn cerita lama dan baru. Secara garis besar cerita pewayangan dapat diurutkan sebagai berikut: Pertama, cerita yang menampilkan tokoh dewa dengan keturunnannya. Kedua, cerita Arjunasasra dan tokoh Ngalengka yang bertitik tolak pada masa kehidupan Dasamuka Ketiga, cerita Rama sesaudara dengan permusuhannya dengan Dasamuka sesaudara. Keempat, cerita yang bersumber pada cerita Mahabarata. Cerita yang bersumber pada cerita Mahabarata terbagi pada masa sebelum kelahiran Pandhawa dan Korawa, pada masa kehidupan Padhawa dan Korawa, dan masa setelah kehancuran Korawa dalam perang Baratayuda. Pada masa kehidupan Pandhawa dan Korawa ini muncul berbagai peristiwa yang banyak diolah dan diciptakan bermacam-macam cerita lakon.

Masyarakat Jawa sangat tertarik kepada cerita Mahabarata, terutama cerita yang menyangkut kehidupan Yudhistira sesaudara dan Duryodana sesaudara. Cerita bermunculan dengan tema cerita yang menampilkan masalah kehidupan dua kelompok keluarga Pandhawa dan Korawa itu.

Cerita yang menampilkan masyarakat Pandhawa dan Korawa ternyata banyak melibatkan kelompok masyarakat lain. Cerita pewayangan disusun dan dikarang seperti cerita kehidupan masyarakat sungguhan. Munculah jenis cerita roman, yang bisa disebut roman pewayangan, sejenis roman simbolik.

Para penyusun cerita lakon pewayangan selain melibatkan tokoh kelompok Pandhawa dan Korawa, juga melibatkan kelompok tokoh dari negara Wiratha, Mandura, Dwarawati, Ngawangga dan negara-negra kecil lainnya.

Cerita pewayangan yang mengambil latar tempat Ngamarta, Ngastina dan beberapa negara itu banyak melibatkan tokoh terkenal. Tokoh Pandhawa yang terkenal ialah Yudhistira, Wrekodara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Tokoh Korawa yaitu Duryodana bersama seratus saudara sekandungnya. Tokoh Baladewa dari Mandura, tokoh Kresna dari Dwarawati, dan tokoh-tokoh negara lain serta putra Pandhawa dan Korawa. Mereka banyak terlibat dalam penyusunan cerita lakon mengenai perebutan pewaris kerajaan Ngastina yang amat menarik masyarakat pecinta pewayangan. Tokoh Kresna lebih cenderung kepada pihak Pandhawa.


Bathara Wisnu, sedang menghalau kegelapan dengan senjata Cakra. Demi tugasnya memelihara alam semesta, ia menitis pada tokoh Kresna (lukisan: Herjaka HS, 1998)

Tokoh Kresna dikenal sebagai manusia jelman dewa, tokoh itu mempunyai banyak cerita dan keistimewaan. Maka termasuk tokoh yang menjadi perhatian masyarakat pecintanya. Demikian besar perhatian masyarakat terhadap tokoh itu, kemudian muncul banyak cerita lakon dengan menampilkan tokoh Kresna. Kelahiran, perkawinan dan beberapa cerita lakon mengangkat tokoh Kresna sebagai tokoh utama. Cerita yang melibatkan warga Padhawa kebanyakan melibatkan Kresna juga.oleh karena itu bila menyoroti tokoh Kresna akan memperoleh gambaran watak dan sikap Kresna dalam berbagai peristiwa.

Cerita lakon secara simbolik melukiskan kehidupan masyarakat sekelilingnya atau masyarakat pecintanya. Kresna berkedudukan sebagai raja, anggota keluarga Mandura dan Dwarawati, dan anggota masyarakat. Kresna diberi watak sebagai manusia yang berkedudukan pemimpin dan orang terkemuka. Maka segala sesuatu perwatakannya menjadi cerminan tokoh pemimpin masyarakat pecintanya.

R.S. Subalidinata

situs bagus :)

coba buka dan dapatkan pengetahuan baru didalamnya:
http://www.anakku.net/

MENGEKSPRESIKAN EMOSI KEMARAHAN

Oleh Eko Jalu Santoso, Weblog:
www.ekojalusantoso.com



Kemarahan adalah keadaan emosional yang intensitasnya bervariasi dari mulai
yang ringan hingga kemarahan yang intensitasnya lebih tinggi sampai
menimbulkan kebencian dan balas dendam. Seperti halnya emosi yang lain, rasa
marah akan dibarengi dengan perubahan-perubahan biologis dan fisiologis
dalam diri kita. Perhatikan bagaimana kalau Anda sedang marah, maka detak
jantung Anda menjadi bergerak lebih cepat, diikuti raut muka yang memerah
dengan perubahan pada tekanan darah dan hormonal. Tidak jarang perubahan
emosi ini diikuti dengan sikap kebenciaan yang agresif dan cenderung
merugikan diri sendiri maupun orang lain.



Pada umumnya seseorang mengekspresikan emosi kemarahannya melalui dua cara
yakni :



1. Mengekspresikan kemarahan keluar atau "eksternal".



Sebagian besar orang cenderung mengekpresikan rasa marah keluar atau
"eksternal." Hal ini dapat memiliki efek positif yakni dapat mengurangi
beban di dalam hati meskipun tidak seluruhnya, setidaknya meringankan,
karena segala beban emosi dalam hati telah ditumpahkan keluar. Namun
diperlukan kepandaian seseorang untuk mengelola emosi sesuai proporsinya,
sehingga tepat waktu dan sasaran. Manusia yang tidak pandai mengendalikan
ekspresi marah keluarnya, lebih banyak memberikan efek negatif, seperti
menimbulkan rasa sakit hati orang lain yang menerima limpahan marahnya.
Bahkan dapat mengakibatkan aksi brutalisme, kekerasan dan kekejaman yang
sangat merugikan orang lain.



2. Mengekspresikan kemarahan kedalam atau "internal".



Sebaliknya sebagian orang yang lain mengekspresikan kemarahannya kedalam
dengan dipendam atau "internal". Mengekspresikan kemarahan secara internal
dengan memendam dalam hati, memiliki efek positif tidak menimbulkan sakit
hati dan kebenciaan orang lain, yang dimarahinya. Namun efek negatifnya
beban dihati tertaha dan tidak hilang. Membutuhkan tingkat kesabaran
seseorang yang sangat tinggi agar dapat mengendalikan emosi ini.



KIAT MENGELOLA EMOSI



Terlepas dari baik buruknya kedua jenis ekspresi tersebut, rasanya kita
perlu mengetahui ketrampilan yang dapat mengelola rasa marah agar tetap
berada ditengah-tengah atau proposional satu sama lain. Disatu sisi tidak
menyakiti orang lain dan disisi yang lain tidak menambah beban yang bisa
menimbulkan penyakit hati. Karena sesungguhnya salah satu kunci dari
kebijaksanaan hidup adalah mampu mengelola emosi dalam diri kita.



1. Menumbuhkan Rasa Cinta



Kemarahan umumnya dilandasi oleh memudarnya rasa cinta yang ada dalam diri
seseorang. Jika rasa cinta sudah memudar, maka seseorang bisa menjadi
berlaku kejam, karena hatinya dipenuhi rasa bengis dan kebencian. Tingkah
lakunya menjadi sangat mudah dikendalikan oleh emosi amarah dan hatinya
dipenuhi prasangka negatife dan buruk. Perilaku seperti ini pada akhirnya
membuat kehidupannya akan dicampakkan ke tempat yang paling hina, seperti
halnya kehidupan binatang.



Memiliki cinta merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana
damai dan tenteram dalam kehidupan. Seseorang yang memiliki cinta terhadap
umat manusia dan sesama penghuni alam semesta, maka kehidupannya akan
dihiasi dengan penuh kemuliaan dan kedamaian. Dengan ketenangan dan
kesabarannya, mereka mampu mengendalikan amarah dan kebencian yang merugikan
orang lain. Pribadi yang dipenuhi cinta akan memiliki kemuliaan hati, jiwa
yang tenang, pikiran yang cerdas, ketulusan hati. Mereka mampu meleburkan
dirinya ke dalam diri orang lain, meredakan emosi, kebencian dengan membuang
jauh-jauh sifat egoisnya.



Tetapi sebaliknya seseorang yang kehilangan rasa kasih sayang, maka akan
muncul rasa bengis dan kebencian yang sangat merugikan bagi sesamanya.
Tingkah lakunya akan kejam dan dipenuhi dengan prasangka buruk terhadap
sesama kehidupan. Maka kehidupannya akan dicampakan ke tempat yang paling
hina, seperti halnya kehidupan binatang.



Kekuatan cinta menghadirkan kedamaian, ketentraman dan ketenangan jiwa. Maka
tumbuhkanlah benih-benih cinta agar selalu berkembang dalam hati kita.
Memiliki Cinta menjadikan orang memiliki kesabaran dalam menghadapi amarah
dan berusaha menghalau kemarahan dari dalam dirinya. Pribadi penuh cinta,
kalaupun terpaksa harus marah, marahnya tidak kehilangan logika dan masih
dalam kerangka berpikir untuk kebaikan dan kedamaian. Marahnya tidak
berlangsung lama, sehingga tidak menimbulkan kebencian. Karena mereka
menyadari bahwa melampiaskan amarah dan kebenciaan dengan tindakan agresif
dan merugikan orang lain adalah kebodohan hidup yang besar.

Sunday, November 04, 2007

Sekolah Jaman Doeloe....

Tips Pernikahan

Hubungan pernikahan memerlukan rasa pengertian yang mendalam antara suami-istri. Berikut ini adalah tips-tips untuk hubungan keduanya yang di terjemahkan dari situs soundvision.com
Jangan Menjadi Penguasa
meskipun Islam menjadikan suami sebagai pemimpin rumah tangga, muslim dilarang untuk menjadi diktator atau tiran. Muslim diajarkan untuk melayani istri dengan baik. Nabi SAW pernah bersabda “sebaik-baiknya orang beriman adalah orang yang memilik tingkah laku yang baik, dan orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang berbuat baik kepada istrinya”
Menjadi Patner dalam mengambil keputusan
mengikuti prinsip syuro’ dan membuat keputusan sebagai keluarga. Keharmonisan rumah tangga akan lebih jika keputusan yang diambil tidak sepihak dan semua anggota keluarga menjadi bagian dari pengambilan keputusan tersebut.
Jangan Emosional
jangan pernah emosional baik secara fisik maupun mental kepada pasangan. Nabi SAW tidak pernah menyakiti istrinya. Nabi SAW pernah bersabda “bagaimana mereka bisa berbuat menjadikan istri-istri mereka disiang hari sebagai budak, dan tidur dengan istri mereka di malam hari”
Hati-hati dengan Ucapan
hati-hati dengan ucapan yang engkau katakan ketika dalam keadaan sedih atau emosional. terkadang engkau akan mengatakan sesuatu yang tidak pernah diucapkan ketika tidak marah. jika engkau marah, tunggu hingga engkau tenang sebelum memulai percakapan.
Tunjukan Perhatian
tunjukan perhatian pada pasangan anda. bersikap baik, pengertian dan sayang.
Tunjukan Apresiasi
menunjukan apresiasi terhadap yang pasangan kita lakukan untuk keluarga. Jangan pernah membuat suami/istri merasa bahwa dia tidak cukup baik pada keluarga atau engkau tidak puas dengan apa yang dia lakukan atau perkerjaannya, kecuali, tentu saja jika dia terlalu malas dan tidak pernah mencoba untuk membahagiakan keluarga. Nabi SAW bersabda “pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan melihat wanita yang tidak berterimakasih kepada suaminya”.
bekerja sama dalam urusan rumah tangga
Nabi SAW dikenal membantu istri-istrinya dalam pekerjaan rumah tangga. Jika Nabi SAW tidak melakukan perkerjaan tersebut, maka seorang suami tidak akan melakukanya.
Komunikasi adalah Hal yang penting
komunikasi, komunikasi, komunikasi! adalah kata-kata yang sering diucapkan dalam konseling dan memang hal tersebut perlu dilakukan. Suami Istri perlu saling berbicara. Adalah lebih baik jika dalam menghadapi masalah dibicarakan lebih dini dan terbuka,
Lupakan persoalan yang telah berlalu.
jangan pernah mengungkit-ungkit persoalan yang sudah diselesaikan di masalalu.
Hidup Sederhana
Jangan merasa cemburu dengan orang lain yang hidup lebih baik daripada kita. Allah yang memberikan rejeki. Melihat orang lain yang hidup kurang dari kita akan membuat kita merasa lebih bersyukur. Bersyukur akan memberikan banyak manfaat kepada kita.
Berikan pasangan Waktu untuk sendiri
bila pasangan anda tidak ingin selalu bersama sepanjang waktu, tidak berarti dia tidak mencintai anda. Orang membutuhkan waktu untuk sendiri dengan berbagai alasan. Terkadang mereka ingin membaca, memikirkan masalah pribadi atau hanya ingin relaks. Jangan membuat mereka merasa berdosa ketika ingin sendiri.
Mengakui kesalahan
Ketika engkau membuat kesalahan, akui kesalahan tersebut. Ketika pasangan anda membuat sebuah kesalahan, segera maafkan. JIka memungkinkan jangan membawa kemarahan diwaktu tidur.
Hubungan fisik penting.
Selalu sediakan waktu untuk melakukan sex, jangan berhubungan sex dengan egois. Bersikap sabar terhadap pasangan ketika melakukan sex.
Makan Bersama
Jika dimungkinkan, sering-seringlah makan bersama. Nabi SAW tidak pernah mencela makanan yang dihidangkan kepadanya.
Jangan mendiskusikan masalah suami-istri dengan orang lain
Jangan pernah mendiskusikan pernikahan dengan orang lain sesuatu yang pasangan anda tidak mengijinkanmu membicarakannya, kecuali jika ada alasan islami untuk melakukannya. Beberapa suami-istri, percaya atau tidak, akan membicarakan tentang kondisi fisik pasangan mereka kepada orang lain. Hal ini tidak boleh dilakukan, informasi tentang hal-hal tersebut hanya boleh diketahui oleh anda dan pasangan anda.Pernikahan yang baik memerlukan kesabaran dan keramaha, pengorbanan, empati, cinta, pengertian, kerja keras, saling memaafkan. semuanya itu dapat di rangkaikan dalam satu kalimat: selalu memperlakukan pasangan dengan cara seperti kita inginkan orang lain lakukan terhadap kita.
ehm…semoga kita bisa menjadi suami/istri yang baik. amien
Karakteristik wanita [istri] yang menjadi pendamping hidup idaman pria [suami]
February 23, 2006 · Filed under Pernikahan

Selalu memberikan masukan kepada suami
Tidak jarang seorang suami tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya setelah mereka berumah tangga. Oleh karena itu, yang pertama harus dikerjakan seorang istri adalah membantu memperjelas angan-angan dan keinginan yang ada dalam benak suami. Seorang istri harus membantu suaminya mengetahui apa target yang dikejar dalam kehidupannya. Tentu dengan bahasa yang baik dan spoan, tidak seolah-olah menggurui.

Membantu suami merancang target baru
“Jika kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,” (QS al-Insyirah : 7)Bila suami telah berhasil merealisasikan tujuan yang dikehendakinya, istri harus menyampaikan pada suaminya bahwa keberhasilan suatu tujuan bukan akhir dari segala-galanya. Tapi, keberhasilan suatu target adalah awal langkah mengejar target yang lain. Yang penting disampaikan kepada suami adalah bahwa janganlah takut tidak berhasil mengejar suatu target.

Mendampingi suami hingga berhasil meraih target
Tindakan logis yang dilakukan oleh setiap istri yang berpikir cemerlang sewaktu berada di samping suaminya adalah membantunya dengan kata-kata yang baik, memberikan senyuman yang memotivasi, dan mendorongnya terus-menerus untuk merealisasikan semua target yang diharapkannya. Setiap keberhasilan yang diraih bukanlah milik sendiri, melainkan milik mereka berdua.

Menghidupkan semangat dan harapan suami
Di antara ciri khusus istri cerdas adalah selalu berusaha membangkitkan semangat dan menghidupkan harapan dalam diri suaminya, begitu pula pada anaknya, saudaranya, atau ayahnya sekalipun. Janganlah sekali-kali seorang istri mengatakan bahwa suaminya selalu mengalami kegagalan. Menurut Margaret Colcen, kewajiban terpenting seorang istri adalah memanfaatkan waktu makan bersama untuk berbicara dangan suami tentang harapan, optimisme, dan keberhasilan.
Bunda Khadijah selalu mampu memberikan semangat untuk Muhammad Saw lewat kata-kata dan perilaku yang menarik. Ungkapannya berisi daua hal:1. Meyakinkan kepada suami bahwa perjuangannya benar dan lurus.2. Memuji dan menganggap suami mempunyai potensi yang dapat dijadikan modal.3. Dorongan semangat bahwa usahanya akan berhasil dan menghasilkan.
Jangan lupa, pujian yang tidak berlebihan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembangkitan suami.

Mengimbangi kecemasan suami dengan sikap dan tindakan simpatik
Seorang wanita sama sekali tidak dapat membahagiakan suami dan mendorongnya mencapai keberhasilan, kecuali bila ia tetap kreatif dan mampu menghiburnya. Hendaklah seorang istri benar-benar memahami bahwa suaminya sangat membutuhkan pandangan yang mendalam dari istrinya mengenai apa yang dilakukannya.
Harus dipahami oleh seorang istri, kecemasan suami mendorongnya uring-uringan, terkadang marah-marah, dan emosinya cepat meninggi. Hal ini sangan wajar, sebab, suami sedang mencari pelampiasan ketegangan. Sebagai istri yang baik, jangan sekali-kali mengimbanginya dengan emosi dan marah juga. Sikap yang seperti itu, ikut terbawa marah dan emosi, dapat membuat kapal suami yang semakin menghilangkan kekuatan semangat dan kesabarannya. Yang tepat dilakukan oleh seorang istri adalah menyarankannya untuk berdzikir kepada Allah dan sholat. Atau, ajaklah dia tidur, supaya ketegangannya menurun.

Tidak merecoki tekad bulat suami
Tekad seorang suami memerlukan perekat yang kental dari istrinya. Keinginan merecoki tekad suami adalah akibat istri yang tidak membiasakan belajar bersabar. Yang lebih parah, ketakutan kehilangan suami dan perasaan cemburu yang tak beralasan membuat istri menghalangi suaminya uintuk maju.
Pandai melontarkan kritik membangunKritik yang diberikan seorang istri adalah bantuan berharga bagi seorang suami. Orang yang paling tahu dan merasakan kekurangan suami adalah istri. Istri adalah orang yang tahu luar dalam suaminya.

Anti campur tanganSeorang
istri cerdas akan menguras pikirannya untuk mencari cara agar suaminya dapat tenang dan konsentrasi pada kegiatannya. Ia akan membiarkan suaminya berbuat dan mengerjakan pekerjannya tanpa ikut campur di dalamnya, jika suaminya menginginkan hal itu.

Rela memberikan waktu luas kepada suami untuk konsentrasi pada tugasnya
Seorang suami yang pandai adalah suami yang dapat memenuhi kewajiban tugas dan hak keluarga. Sedangkan istri yang cerdas adalah istri yang banyak legowo atas hak diri dan lebih mementingkan kemaslahatan keluarga. “Biarlah dia kurang memperhatikanku, asalkan keutauhan dan kemaslahatan keluarga terjaga dengan baik,” moto inilah yang biasa dipegang wanita terpelajar.
Susah ga ya diterapkan????
http://bungazahrah.wordpress.com/2006/02/23/karakteristik-wanita-istri-yang-menjadi-pendamping-hidup-idaman-pria-suami/